Apakah memperoleh pahala mengaji Al Qur’an pada malam Ramadhan menggunakan speaker milik masjid?

قال الإمام النووي رحمه الله تعالى في الأذكار :
فصل : جاءت آثار بفضيلة رفع الصوت بالقرآن وآثار بفضيلة الإسرار، قال العلماء : والجمع بينهما أن الإسرار أبعد من الرياء، فهو أفضل في حق من يخاف ذلك، فإن لم يخف الرياء فالجهر أفضل، بشرط أن لا يؤذي غيره من مصل أو نائم أو غيرهما.

Apakah memperoleh pahala orang yang mengaji di masjid dengan menggunakan speaker milik masjid?
Jika pengajian tersebut diperlukan untuk dikeraskan karena akan didengarkan oleh orang banyak, maka mempergunakan pengeras suara tersebut adalah sunnah, sehingga orang yang mewakafkan pengeras suara tersebut mendapat pahala dan orang yang mengaji dengan mempergunakan pengeras suara tersebut juga mendapat pahala. Sebaliknya, jika mengeraskan pengajian itu menimbulkan fitnah, seperti mengaji Al Qur’an pada malam Ramadlan setelah jam 22.00 WIB (saat masjid sudah akan tidur) atau bacaannya banyak yang salah sehingga membuat tidak enak bagi orang alim yang mendengarkannya, maka mempergunakan pengeras suara dalam hal ini adalah haram hukumnya.
Dasar Pengambilan:
Kitab Risalatu Taudlihil Maksud halaman 16:
‎وَالْحَاصِلُ مِنْ جَمِيْعِ مَا ذَكَرْنَاهُ وَنَقَلْنَاهُ فِيْهذَهَ الْوَرِيْقَاتِ أَنَّ اسْتِعْمَالَ مُكَبِّرَاتِ الصَّوْتِ فِي الآذَانِوَغَيْرِهِ مِمَّا يُطْلَبُ فِيْهِ الْجَهْرُ أَمْرٌ مَحْمُوْدٌ شَرْعًا وَهذَاهُوَ الْحَقُّ وَالصَّوَابُ
Hasil dari semua hal yang telah kami sebutkan dan kami kutipkan dalam lembaran-lembaran ini adalah bahwa mempergunakan pengeras suara dalam adzan dan lainnya dari hal-hal yang dituntut untuk dikeraskan adalah perkara yang dipuji dalam syara’. Dan ini adalah yang hak dan yang benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *