Lebih Utama Mana, Ilmu Agama Atau Ilmu Umum?

Saya heran, mengapa akhir-akhir ini banyak umat Islam yang masih awam justru pandai menuntut kepada para ustadz atau kyai agar ikhlas dalam mendidik dan menyebarkan ilmu agama, dan kalau bisa para ustadz dan para kyai itu gak usah dibayar dalam mendidik anak-anak mereka, sedangkan mereka sendiri berani membayar mahal untuk bimbel (bimbingan belajar) atau kursus bagi anak-anak mereka dalam ilmu umum. Padahal Rasululloh SAW bersabda

إن أحق ما أخذتم عليه أجرا كتاب الله
أخرجه البخاري، ٥٧٣٧
Sesungguhnya yang paling berhak apa yang kalian ambil atasnya berupa bayaran adalah Kitabulloh…H.R. Al-Bukhori, No : 5737

Para ustadz dan para kyai itu rata-rata waktunya sudah banyak tersita gara-gara mendidik umat dan generasi, sehingga mereka tidak banyak memiliki waktu untuk mencari harta, hal ini berbeda dengan para pendeta yang dapat gaji dari gereja… Oleh sebab itu, janganlah kalian terpedaya oleh tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menuntut agar para ustadz dan kyai itu harus ikhlas dan tidak boleh meminta bayaran, karena kalau para ustadz dan para kyai itu miskin, maka akan segera hancurlah umat Islam, karena para ustadz dan para kyai akan sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sehingga mereka tidak akan mendidik atau mengajar lagi… dan perlu di ingat, bahwa para ustadz dan para kyai itu lebih faham tentang ilmu ke-ikhlasan dari pada kita-kita… oke???

Salah satu hal yang sangat penting dikuasai oleh para santri setelah menguasai ilmu alat adalah mengetahui riwayat hidup atau biografi dari para ulama, karena kalau tidak, maka dia akan kebingungan dalam menentukan sikap apabila terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama tersebut. Oleh sebab itu minimal buatlah tabel zaman kehidupan mereka beserta kemasyhuran mereka dalam bidang ilmu apa???

Salah satu contoh begini : Ulama yang hidup pada zaman tabi’in itu siapa saja yang masyhur, lalu yang sezaman Imam Empat, lalu yang sezaman para Imam hadits, lalu para ulama kholaf qurun pertama hingga zaman Imam Al-Ghozali, lalu Imam Izzuddin, lalu Imam An-Nawawi, lalu Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaniy sampai pada Imam Ibnu Hajar Al-Haitamiy beserta para ulama nusantara seperti Syech Khotib As-Sambasi, Syech Nawawi al-Bantaniy, Syech Mahfudz at-Tirmasiy, dll… oke

khusus, artinya kalau biografi para ulama syafi’iy maka ada di dalam Thobaqot As-Syafi’iyah, dan kalau biografi hadits ada di dalam Thobaqotu Huffadz atau di dalam kitab-kitab Rijalul Hadits, dan kalau biografi ulama ahli nahwu juga ada di dalam kitab Thobaqotun-Nahwiyyin, kalau bigrafi ulama ahli tashowwuf juga ada tersendiri, dan kalau bisa semua itu coba dijadikan satu biar mudah difahami, semisal Ibnu Taimiyah yang diagung-agungkan oleh Wahhabiy itu hidup pada zaman siapa saja, dan bagaimana kiprah Ibnu Taimiyah di banding para ulama yang hidup sezamannya

Mari kita raih kembali kejayaan Islam melalui ilmu pengetahuan dan teknologi…

Caranya bagaimana???, semua itu sudah ada di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, janganlah anda malas atau malu apalagi gengsi untuk mendalami Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan bagi yang sudah agak ngerti isi Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka janganlah asyik dengan perdebatan masalah khilafiyah saja, mari kita fokus dan kita gali Iptek dari Al-Qur’an dan Al-Hadits….oke???

hampir semua penyusun kitab Fiqh adalah wali Quthb atau wali kelas kakap seperti Imam Ghozali,Imam Nawawi ,Imam ZAKARIYA al Anshari,Imam Rofii,Imam Ibnu Ruslan,Imam Jalaluddin Assuyuthi,Imam Ibnu Hajar Al Haitami dan masih puluhan ribu banyak yang lainnya….lahum Al Fatihah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *