Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallohu Wajhah

Kenapa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallohu Wajhah begitu Istimewa dihadapan Rosululloh SAW, bahkan di hadapan Allahu Subhanahahu wata’alaa…?

Ketika sebelum Hijrah, sewaktu orang-orang Quraisy sedang bersekutu untuk membunuh Rosululloh SAW, dan semua Qabilah telah mengutus satu persatu perwakilannya, Dalam satu Hadits Qudsi Allah berfirman pada malaikat Jibril dan Malaikat Mikail ‘alaihimassalaam… “Wahai jibril dan Mikail, Sekarang aku mensaudarakan kalian berdua, dan aku pilihkan pada kalian berdua siapa diantara kalian yang palling lama hidupnya”,,,, lalu keduanya meminta pada Allahu ta’ala untuk menjadi yang paling akhir kematiannya… dan Allah kembali berfirman “tidak maukah kalian seperti ‘Ali bin Abi Thalib yang aku persaudarakan dengan Muhammad?… Dia (Ali) malah memilih untuk mati duluan demi membela Saudaranya Muhammad, dan sekarang dia sedang mengorbankan dirinya untuk dibunuh orang-orang Quraisy dan tidur di pembaringan Muhammad”…. Jibril dan Mikail pun merasa malu,, lalu Allah berfirman “Turunlah kalian ke Bumi, dan Jagalah dia (Ali) !”
Lalu Malaikat Jibril dan Mikail turun dan menjaga Ali KW, dari arah kepala dan Kaki beliau seraya Berkata “Bahagialah engkau bahagialah engkau wahai Ali,, Allah telah membangga-banggakan engkau dihadapan para malaikatnya di langit… Mungkin ini salahsatu penyebab kenapa keturunan beliau menjadi “ada kelebihan” nya dibanding dengan yang lainnya,,.

Malaikat pun kita bau kan…..
Rosululloh SAW bersabda : ketika seorang Hamba bermaksud (dalam hatinya).. untuk berbuat baik, maka malaikat hafadzhah menuliskan maksud tersebut sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan kalau dia melaksanakannya maka akan dicatat sebagai sepuluh sampai tujuhratus kebaikan sampai tidak terhingga, dan ketika seorang hamba bermaksud (dalam hatinya) untuk berbuat kejelekan, maka malaikat tidak menuliskan apapun sampai dia melaksanakannya dan dituliskannya satu kejelekan saja….

Yang menggelitik “apakah Malaikat Hafadzhah bisa mengetahui hati seorang hamba, padahal hanya Allahu ta’ala saja yang mengetahui setiap relung hati??

Mungkin inilah salahsatu jawaban pertanyaan tersebut….
Bahwa Allah memberi tanda dari hati seorang hamba yang hanya diketahui malaikat hafadzhah yaitu : “ketika seorang hamba bermaksud berbuat baik, maka malaikat hafadzhah membaui semerbak wangi minyak Kesturi dari hamba tersebut,, dan ketika si hamba bermaksud berbuat jelek, maka terbauilah oleh para malaikat tersebut bau bangkai yang sangat tajam….” 

itu yang dikatakan Assyaikh Assufyan Atstsauri r.a

Tanwirul Quluub Shf 56

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *