INGKAR SUNNAH 1

Setelah beberapa pekan kami berdiskusi dan berdebat dengan orang-orang yang mengingkari semua hadits Nabi Muhammad SAW di dalam salah satu grup facebook yang bernama Grup Ulul Albab, maka kami bertekad untuk terus berjuang membendung gerakan mereka.

            Dan salah satu bentuk upaya perjuangan kami adalah dengan terus mengajak mereka untuk berdialog secara baik-baik, dan kami juga merasa berkewajiban untuk menulis sebuah buku untuk disebar luaskan di tengah-tengah masyarakat agar mereka faham dan tidak mudah terjebak dengan ajaran mereka yang cukup memahami ayat-ayat al-Qur’an hanya dengan mengandalkan terjemahannya saja.

            Menghadapi orang-orang yang semacam mereka itu menurut kami harus lebih diutamakan dari pada menghadapi orang-orang Wahhabiy atau Hizbut Tahrir atau Syi’ah, walaupun ajaran mereka semua itu juga sangat berbahaya bagi para generasi muslim Ahlussunnah wal Jama’ah.

            Ajaran Wahhabisme dan Hizbut Tahrir walaupun mereka mudah sekali membid’ahkan dan juga mengkafirkan muslim yang lain, namun mereka masih tetap menggunakan hadits rasul sebagai dasar hukum yang kedua setelah al-Qur’an, dan mereka juga masih menghormati dan memuliakan para ulama dan para imam kaum muslimin. Demikian pula dengan Syi’ah, walaupun mereka banyak menghujat dan menghina para sahabat nabi serta para imam dan para ulama yang tidak sependapat dengan mereka, namun mereka masih tetap memperlihatkan diri tidak menganggap semua agama sama, dan bahkan mereka berani secara terang-terangan menyatakan perang dengan Yahudi dan Nasrani.

            Hal ini berbeda dengan orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai generasi Qur’aniy, mereka ini selain menghujat semua ulama yang terlibat di dalam periwayatan hadits adalah para pembohong dan pendusta semua, sehingga semua hadits tanpa terkecuali dianggap sampah kotor yang layak di-injak-injak dan dibuang, mereka juga beranggapan bahwa semua agama itu sama saja, yaitu sama-sama berdasarkan ajarannya Nabi Ibrahim AS (Millah Ibrahim).

            Oleh sebab itulah, walau mereka mengaku sebagai muslim dan mukmin, namun dalam banyak hal mereka akan berbeda dengan kaum muslimin yang lainnya semisal sunniy, maupun wahhabiy, maupun syi’ah dan lain-lain. Karena perbedaan ini bukan hanya sekedar menyangkut masalah Furu’ (cabang syari’at), namun sudah menyangkut masalah Ushul (dasar pokok Islam).

            Dan beberapa contoh perbedaan yang sangat mendasar adalah masalah rukun Islam dan rukun Iman, semisal masalah dua kalimat syahadat, tata cara sholat, zakat, haji, masalah keutamaan para nabi dan rasul, masalah syaf’at Nabi Muhammad SAW, dan juga masalah penetapan rukun Islam dan rukun Iman itu sendiri.

Oleh: KH Dawam Mu’allim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *