MENGAKU BUJANG BAGI LAKI LAKI YANG SUDAH BERISTRI, APAKAH JATUH TALAK ?

MENGAKU BUJANG BAGI LAKI LAKI YANG SUDAH BERISTRI, APAKAH JATUH TALAK ?

Jika dunia Anda didominasi hal hal negatif, maksiyat, keburukan, maka hal hal yang netral (bisa baik bisa buruk) dan baik sekalipun, akan terkesan negatif di pikiran Anda.

  1. Tiktok, adalah medsos kumpulan orang-orang gila pengumbar syahwat, karena Anda setiap mengaksesnya menemukan emak emak pamer bokong. Seandainya sejak pertama kali instal, Anda memilih hanya mengakses konten edukasi, keterampilan, dan hobi lainnya maka Anda akan berpikir positif setiap mendengar istilah tiktokers.
  2. Sek, jmak, syahwt, selangk*gan, dan kata kata yang Anda anggap jorok akan berkonotasi negatif, karena dalam mindset Anda terdeteksi sebagai ragam dari zina, pacaran, dan maksiyat serupa. Seandainya dalam dunia Anda hanya ada hubungan sah pernikahan, tidak ada zina dan kenakalan seksual, tentu mendengar kata jimak dan syahwat Anda akan berfikir tentang ibadah melanjutkan keturunan.
  3. Harta, kekayaan, dan uang Anda anggap sebagai urusan duniawi yang bertolak belakang dengan akhirat dan kesalehan. Melihat ulama bergelimang harta pikiran anda cenderung hasud dan benci, karena dalam pikiran Anda, seandainya Anda memiliki uang banyak akan Anda gunakan untuk bermewah mewah dalam kesombongan, dan membeli segala pernik yang tidak ada gunanya.

Kalau saja Anda memiliki hobi ibadah, maka mendengar harta Anda akan berpikir tentang zakat, sedekah, haji, nafkah, dan mendanai tempat pendidikan. Uang dan kekayaan adalah tiket surga.

  1. Jabatan, politik, dan kekuasaan Anda anggap sebagai urusan duniawi yang najis. Para ulama yang terlibat dalam politik Anda anggap sebagai ulama suu’, karena dalam benak Anda seandainya Anda menduduki posisi jabatan tinggi akan menggunakan kekuasaan Anda untuk korupsi dan berbuat semena-mena, atau para pejabat disekeliling Anda sudah melakukan itu.

Seandainya cita-cita Anda adalah tegaknya agama, dan agama hanya bisa tegak dengan kekuasaan, maka Anda akan berupaya mengangkat orang orang alim nan shalih untuk berpolitik dan memimpin negeri sebagaimana Sayidina Abu Bakar, Sidna Umar bin Khatab, Umar bin Abd Aziz, dan orang orang mulia yang menjadi raja.

  1. Poligami, mengoleksi banyak istri cantik, Anda anggap sebagai perbuatan tercela sebab Anda dikelilingi orang orang yang suka selingkuh, pelakor, jajan malam, pelac*ran, dan menelantarkan istri pertama. Poligami Anda konotasikan dengan selingkuh. Seandainya penyimpangan penyimpangan hubungan seksual itu tidak ada, dan Anda tahu cara melampiaskan nafsu syahwat yang diperintahkan Allah adalah dengan menikah, maka Anda akan menganggap baik baik saja kelakuan lelaki penghuni surga yang beristri banyak bidadari.
  2. Main gadget
  3. Joget

‎اذا ساء فعل المرء ساء ظنونه

Bojonegoro, 29 Desember 2023
Najih A Hameed

PERTANYAAN :
Assalamu ‘alaikum,  kalau seseorang ditanya apakah dia punya istri lalu dia jawab belum,padahal dia punya istri maka jatuh thalak 1, itu disebut thalak apa ?
JAWABAN :
Wa’alaikumussalaam. Jika seorang bertanya pada laki-laki, apakah kamu punya istri ? lalu dia menjawab tidak / belum maka jika dia tidak punya niat thalak maka istrinya tidak terthalak karena ini tidak termasuk shorih, dan jika berniat thalak maka jatuhlah thalak karena hal ini masuk pada thalak. Ulama’ berbeda pendapat, ada yang bilang itu thalaq kinayah seperti ibaroh dan keterangan di  bawah. Ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak terjadi apa-apa dan tidak berpengaruh sama sekali dan hal ini tidak dinamakan thalaq kinayah maupun shorih walaupun dengan adanya niat karena hal ini adalah murni kebohongan.

Almuhadzdzab :
‎ﺍﻟﻤﻬﺬﺏ ﻓﻲ ﻓﻘﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻟﻠﺸﻴﺮﺍﺯﻱ • ﻟﻠﻤﻜﺘﺒﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ ﻭﺇﻥ ﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺭﺟﻞ ﺃﻟﻚ ﺯﻭﺟﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﻻ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﻮﺑﻪ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﻟﻢ ﺗﻄﻠﻖ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺼﺮﻳﺢ ﻭﺇﻥ ﻧﻮﻯ ﺑﻪ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﻭﻗﻊ ﻷﻧﻪ ﻳﺤﺘﻤﻞ ﺍﻟﻄﻼﻕ.

Almajmu’ :
‎وان قال له رجل: ألك زوجة ؟ فقال لا، فإن لم ينو به الطلاق لم تطلق، لانه ليس بصريح، وان نوى به الطلاق وقع لانه يحتمل الطلاق.  المجموع . ج: 17. ص: 102

Attanbih, Mughnil Muhtaj, Khobaya Zawaya :
‎التنبيه – (ج 1 / ص 175)   وإن قال ألك زوجة فقال لا لم يكن شيئا
‎مغني المحتاج – (ج 3 / ص 329)
‎ولو قيل له ألك زوجة فقال لا لم تطلق وإن نوى لأنه كذب محض وهذا ما نقله في أصل الروضة عن نص الإملاء وقطع به كثير من الأصحاب
‎ثم ذكر تفقها ما حاصله أنه كناية على الأصح وبه صرح المصنف في تصحيحه وأن لها تحليفه أنه لم يرد طلاقها وعليه جرى الأصفوني والحجازي في اختصارهما كلام الروضة والأول أوجه كما جرى عليه ابن المقري في روضه
‎خبايا الزوايا ـ للزركشى – (ج 1 / ص 70)
‎ذكر في باب التدبير أنه لو أنكر الزوجية فليس بطلاق على الأصح وذكر في باب الدعاوي أن المرأة لو ادعت النكاح فأنكر ففي جعل انكاره طلاقا وجهان أصحهما في النهاية واختاره القفال المنع وقال في هذا الباب لو قيل ألك زوجة فقال لا فعن نصه في الاملاء وبه قال كثير أنه لا يقع وإن نوى لأنه كذب محض ولايأمن الفرق بين أن يكون القائل مستخبرا أو ملتمسا إنشاء الطلاق

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *